Selasa, 09 Mei 2023

JUAL TEST NARKOBA 6 PARAMETER DI PALEMBANG LAHAT LUBUKLINGGAU PAGAR ALAM BELITANG MUSI BANYUASIN PRABUMULIH SUMATERA SELATAN

  JUAL TEST NARKOBA 6 PARAMETER

JUAL URINE TEST
JUAL DRUGTEST
JUAL DRUG OF ABUSE 
JUAL TEST NARKOBA 6 PARAMETER DI PALEMBANG LAHAT LUBUKLINGGAU PAGAR ALAM  BELITANG MUSI BANYUASIN PRABUMULIH SUMATERA SELATAN



Test Narkoba yang kita tawarkan ini adalah berbentuk strip panel dengan metode celup urine yang ditampung di dalam pot urine, dengan reaksi hasil berkisar 5 menit. Adapun spect dari test ini adalah untuk screening zat sebagai berikut 

  1. Amphetamine (AMP)
  2. Morphine/Opiate (MOP)
  3. Mariyuana (THC)
  4. Coccaine (COC)
  5. Methamphetamine (MET)
  6. Benzodiazepine (BZD)
Enam parameter zat adiftif itu bisa ditet secara bersamaan dalam 1 deret strip panel test, tentunya jadi lebih efisien dan lebih ekonomis.
Sudah banyak digunakan oleh instansi BNN, polri, rumahsakit, klinik, instansi pendidikan, perusahaan perusahaan,sekolah dll.

  • JUST CALL OR WA
  • hotline: 0813 8020 5758
  • Office 021.28535786 
  • www.abhisevalab.com 
  • PT. ABHISEVA VICTORIE 
  • Ruko Pagi Bintara blok D no.19
  • jl. I gusti Ngurai Rai Bintara Kota Bekasi Jawa Barat
Tes narkoba atau drug abuse screening test adalah adalah pemeriksaan terhadap obat, bahan kimia, atau produk tumbuhan yang bisa disalahgunakan untuk kepentingan non medis. Secara umum, panel tes narkoba dasar meliputi amphetamine, kokain (cocaine), marijuana, opioid, dan phencyclidine (PCP). Zat lain yang bisa dimasukkan dalam tes narkoba adalah benzodiazepine, barbiturat, metadon, ekstasi, oksikodon, dan antidepresan trisiklik, misalnya amitriptilin.

Indikasi dari tes narkoba umumnya adalah untuk terapi penyalahgunaan obat, pemantauan kepatuhan dan untuk keperluan forensik. Tes narkoba jarang digunakan dengan penanganan klinis akut pasien karena manfaat klinis yang sedikit.

Tes Narkoba-min

Hasil dari tes narkoba, meskipun mudah diinterpretasi, namun dapat menyesatkan apabila tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Ada kemungkinan hasil positif palsu dan negatif palsu dari tes ini, misalnya penggunaan pseudoefedrine berpotensi menyebabkan hasil positif pada tes amphetamin, dan dilusi urine dengan air mungkin menghasilkan negatif palsu.




Tes narkoba umumnya menggunakan sampel urine. Beberapa sampel lain bisa diambil seperti darah, saliva, rambut, kuku, dan keringat. Keunggulan dari urine adalah pengambilan sampel yang mudah, murah, dan non invasif. Namun pemeriksaan urine sendiri tidak menunjukkan konsentrasi zat dalam darah sehingga tidak bisa digunakan untuk menentukan kondisi intoksikasi.

Tes narkoba bertujuan untuk menghalangi penggunaan zat adiksi seperti amphetamine dan kokain untuk keperluan non medis, memulai terapi, dan memantau kepatuhan terhadap terapi. Tes narkoba juga memiliki peran pada keperluan hukum. Terdapat kontroversi dalam menggunakan tes narkoba sebagai dasar pengambilan keputusan tindakan kedokteran, karena banyak penelitian yang menyatakan tidak ada manfaat klinis dari skrining tersebut.



Beberapa komplikasi dari tes narkoba adalah terkait dengan prosedur invasif dengan pengambilan darah. Meskipun jarang terjadi, namun prosedur pengambilan darah yang kurang tepat bisa menyebabkan penyebaran kuman patogen, cedera pada anatomi tubuh, hematoma, reaksi vasovagal, hingga kejang dan penurunan kesadaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar